Roda yang Berputar
By
: Anggi Diah.P
Ketika
butiran-butiran embun menghiasi hijaunya dedaunan. Dan ketika mentari menyapaku
dengan sinar hangatnya. Disaat itu pula aku terbangun dari mimpi-mimpi ku malam
ini. Entah mengapa kedua bola mataku langsung tertuju pada foto seorang wanita
yang menempel di dinding kamarku. Aku biasa memanggil wanita itu dengan sebutan
Mama. Foto itu seakan menghipnotis fikiranku untuk mengingat memori 4 tahun
yang lalu. Memori yang selalu menghantuiku. Memori yang selalu membuat tetes
air mata menghiasi pipiku. Dan memori itu tidak akan pernah bisa hilang dari
fikiranku sampai saat ini.
Tepatnya waktu aku masih kelas 5 SD, 4 tahun yang lalu.
Mama ku, Mama yang sangat aku cinta, Mama yang selalu aku rindukan, dan Mama
yang selalu ada untukku begitu pula dengan Ayahku tercinta. Mama dan Ayahku
membangun keluarga yang sangat harmonis, tentram, dan bisa di bilang serba
berkecukupan. Tetapi sampai pada suatu hari semuanya berubah.