Wednesday, September 4, 2013

Pemimpin Bangsa ? Pantaskah ?


Pemimpin Bangsa ? Pantaskah ?

Apakah cita-cita Negara kita ? Cita-cita bangsa atau Negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadaan social. Oleh karena itu dibutuhkan suatu lembaga yang bertugas dan bertanggung jawab untuk membantu mewujudkan cita-cita pada suatu Negara yang disebut sebagai Pemimpin-pemimpin bangsa.

Para pemimpin-pemimpin bangsa adalah Badan Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif. Untuk menjadi seorang pemimpin bangsa itu harus memiliki jiwa kepemimpinan dan ahklak yang mulia. Yang menjadi dasar orang berahklak mulia ialah iman dan takwa yang kuat kepada Allah SWT. Jika seseorang mempunyai iman maka seluruh ahklak dan kepribadiannya pun menjadi baik.

Seseorang pemimpin bangsa yang berahklak mulia akan pintar, cerdas, berwawasan luas, tidak hanya itu tetapi juga bersifat jujur, tegas, adil, disiplin, bertanggung jawab, mau mendengarkan keluhan rakyatnya, dan mengutamakan rakyatnya daripada urusan pribadinya, dll. Tapi apa pemimpin bangsa kita seperti itu ?

Kita ambil satu contoh Pak SBY (Susilo Bambang Yudoyono), beliau adalah bapak presiden Negara kita. Apakah ada perubahan yang baik pada Negara kita ? Ada. Apakah itu ? Setelah kepresidenan di pegang oleh Pak SBY banyak pejabat-pejabat Negara termasuk Badan Legislatif dan Yudikatif yang dimasukan ke dalam penjara karena perkara korupsi. Pak SBY mungkin sudah membantu meringankan beban rakyat Indonesia. Tapi bagaimana dengan pejabat lainnya ? Sungguh para pemimpin bangsa yang kurang  bertanggung jawab dan memakan uang rakyat. Bagaimana Negara kita bisa sejahtera ? jika uang rakyat dihabiskan. Sifat keegoisan lah yang menguasai pemikiran mereka, tidak kah sadar ? Seandainya mereka menjadi rakyat kecil yang selalu di tindas ?

Mulailah kita sebagai mahasiswa menggerakkan perubahan.
Kita mahasiswa juga merupakan generasi penerus bangsa. Bahkan suatu saat nanti kita pun bisa  menjadi Pemimpin Bangsa. Jadilah pemimpin bangsa yang IQ nya tinggi. Tetapi nilai spiritual nya juga harus tinggi. Nilai spiritual lah yang akan memperbaiki moral,sifat dan sikap kita. Berpedomanlah kepada Al Quran.
Dan untuk para rakyat.

Kita sampaikan keluhan, jeritan tangis rakyat kepada Pemimpin Bangsa. Kita sampaikan dengan sikap yang baik, bukan dengan demo atau unjuk rasa yang akan menyebabkan kekerasaan, bahkan kematian. Jika Pemimpin Bangsa tidak mau menolehkan kepalanya, sungguh sombong sekali. Seorang Pemimpin Bangsa bukanlah orang yang SOMBONG ?

Apakah Pemimpin bangsa kita pantas disebut seorang PEMIMPIN BANGSA ? Pantaskah ?

2 comments:

Unknown said...

Wah artikel nya keren,..bisa jadi motivasi para pemuda indonesia nih...pkoknya keren deh

Unknown said...

hehehe ...... makasih :)

Post a Comment