Pemimpin Bangsa ? Pantaskah ?
Apakah cita-cita
Negara kita ? Cita-cita bangsa atau Negara Indonesia adalah melindungi segenap
bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadaan
social. Oleh karena itu dibutuhkan suatu lembaga yang bertugas dan bertanggung
jawab untuk membantu mewujudkan cita-cita pada suatu Negara yang disebut
sebagai Pemimpin-pemimpin bangsa.
Para
pemimpin-pemimpin bangsa adalah Badan Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif.
Untuk menjadi seorang pemimpin bangsa itu harus memiliki jiwa kepemimpinan dan
ahklak yang mulia. Yang menjadi dasar orang berahklak mulia ialah iman dan
takwa yang kuat kepada Allah SWT. Jika seseorang mempunyai iman maka seluruh
ahklak dan kepribadiannya pun menjadi baik.
Seseorang pemimpin
bangsa yang berahklak mulia akan pintar, cerdas, berwawasan luas, tidak hanya
itu tetapi juga bersifat jujur, tegas, adil, disiplin, bertanggung jawab, mau
mendengarkan keluhan rakyatnya, dan mengutamakan rakyatnya daripada urusan
pribadinya, dll. Tapi apa pemimpin bangsa kita seperti itu ?
Kita ambil satu
contoh Pak SBY (Susilo Bambang Yudoyono), beliau adalah bapak presiden Negara
kita. Apakah ada perubahan yang baik pada Negara kita ? Ada. Apakah itu ?
Setelah kepresidenan di pegang oleh Pak SBY banyak pejabat-pejabat Negara
termasuk Badan Legislatif dan Yudikatif yang dimasukan ke dalam penjara karena
perkara korupsi. Pak SBY mungkin sudah membantu meringankan beban rakyat
Indonesia. Tapi bagaimana dengan pejabat lainnya ? Sungguh para pemimpin bangsa
yang kurang bertanggung jawab dan
memakan uang rakyat. Bagaimana Negara kita bisa sejahtera ? jika uang rakyat dihabiskan.
Sifat keegoisan lah yang menguasai pemikiran mereka, tidak kah sadar ?
Seandainya mereka menjadi rakyat kecil yang selalu di tindas ?
Mulailah kita
sebagai mahasiswa menggerakkan perubahan.
Kita mahasiswa
juga merupakan generasi penerus bangsa. Bahkan suatu saat nanti kita pun
bisa menjadi Pemimpin Bangsa. Jadilah
pemimpin bangsa yang IQ nya tinggi. Tetapi nilai spiritual nya juga harus
tinggi. Nilai spiritual lah yang akan memperbaiki moral,sifat dan sikap kita.
Berpedomanlah kepada Al Quran.
Dan untuk para
rakyat.
Kita sampaikan
keluhan, jeritan tangis rakyat kepada Pemimpin Bangsa. Kita sampaikan dengan
sikap yang baik, bukan dengan demo atau unjuk rasa yang akan menyebabkan
kekerasaan, bahkan kematian. Jika Pemimpin Bangsa tidak mau menolehkan
kepalanya, sungguh sombong sekali. Seorang Pemimpin Bangsa bukanlah orang yang
SOMBONG ?
Apakah Pemimpin
bangsa kita pantas disebut seorang PEMIMPIN BANGSA ? Pantaskah ?
2 comments:
Wah artikel nya keren,..bisa jadi motivasi para pemuda indonesia nih...pkoknya keren deh
hehehe ...... makasih :)
Post a Comment